Tempe mendoan memperlancar perncernaan, mengurangi resiko hipertensi


“Mbakyu-mbakyu, tempe mendoan’e taksih anget-anget, ampun sedep!” Mirip-miriplah dengan sapaan “mbok penjaja gorengan” di kampungku. Suaranya lembut pun enak didengar ekivalen dengan dagangannya, terutama si mendoan. Si mendoan, pasti sudah tidak asing di lidahmu! Gorengan dengan komposisi pokok: tempe, bumbu, plus tepung; memang lezat disantap selagi hangat. Krenyez..krennnyezst bunyinya...nyam..nyam..nyam lezatnya.
Gorengan yang satu ini tak hanya lezat di lidah namun lezat bagi metabolisme tubuh. Pasalnya tempe (bahan pokok mendoan) merupakan panganan awet muda, oleh sebab zat fitokimia yang terkandung dapat memperlambat kerusakan sel-sel tubuh. Selain fitokimia, tempe juga mempunyai kandungan serat dan protein tinggi.  Karena kandungannya, khasiat lain tempe adalah memperlancar perncernaan, mengurangi resiko hipertensi, sebagai zat pembangkit dan pembangun tubuh. Perlu pula diingat, proses pengolahan akan mempengaruhi kualitas dan kemujarabannya.
Di sisi lain, kuantitas penggemar produk olahan kedelai (tempe/tahu) tercatat tertinggi di Indonesia, biarpun produk olahan tempe tampaknya stagnan dari waktu ke waktu. Maklum, tempe sudah menjadi sahabat lidah orang Indonesia lagipula harganya pun merakyat. Data Departemen Pertanian RI tahun 2012 menunjukkan bahwa konsumsi kedelai di Indonesia setiap tahun meningkat 5-10%, total demand sekitar ±290.000 sedang supply tercatat sebanyak ±340.000, itu artinya 6 tahun mendatang akan terjadi defisit penawaran. Pemerintah RI menjawab tantangan tersebut dengan menambah 100.000 ha lahan kedalai baru di berbagai wilayah di Sumatra dan Jawa. Jawa sendiri telah memasok ±60%

Related

WISATA KULINER 8318565990972120974

Hot in week

Recent

Comments

item